Logo Bloomberg Technoz

Sungai Cisadane Surut, Anak-anak Bermain Air

Andrean Kristianto
20 July 2026 19:42

Warga mencuci baju di Sungai Cisadane di Kampung Sawah, Rumpin, Kab. Bogor, Jawa Barat, Senin (20/7/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Warga mencuci baju di Sungai Cisadane di Kampung Sawah, Rumpin, Kab. Bogor, Jawa Barat, Senin (20/7/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Debit air Sungai Cisadane mengalami penyusutan akibat musim kemarau. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Debit air Sungai Cisadane mengalami penyusutan akibat musim kemarau. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Kondisi tersebut membuat dimanfaatkan sejumlah anak-anak untuk berenang. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Kondisi tersebut membuat dimanfaatkan sejumlah anak-anak untuk berenang. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Menurut warga penurunan debit air Sungai Cisadane sudah terjadi sejak 1,5 bulan yang lalu. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Menurut warga penurunan debit air Sungai Cisadane sudah terjadi sejak 1,5 bulan yang lalu. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Menyusutnya debit air juga dimanfaatkan warga untuk mengumpulkan batu yang akan digunakan memperbaiki makam. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Menyusutnya debit air juga dimanfaatkan warga untuk mengumpulkan batu yang akan digunakan memperbaiki makam. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Selain untuk berenang, beberapa anak terlihat juga mencuci baju di area sungai Cisadane. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Selain untuk berenang, beberapa anak terlihat juga mencuci baju di area sungai Cisadane. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Akibat terbatasnya pasokan air, sebagian warga yang tinggal di kawasan tebing mengakses fasilitas MCK untuk mencuci baju dan lainnya.

Akibat terbatasnya pasokan air, sebagian warga yang tinggal di kawasan tebing mengakses fasilitas MCK untuk mencuci baju dan lainnya.

Sejumlah pompa air juga dioperasikan guna membantu menyuplai kebutuhan warga. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Sejumlah pompa air juga dioperasikan guna membantu menyuplai kebutuhan warga. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Warga mencuci baju di Sungai Cisadane di Kampung Sawah, Rumpin, Kab. Bogor, Jawa Barat, Senin (20/7/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Debit air Sungai Cisadane mengalami penyusutan akibat musim kemarau. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Kondisi tersebut membuat dimanfaatkan sejumlah anak-anak untuk berenang. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Menurut warga penurunan debit air Sungai Cisadane sudah terjadi sejak 1,5 bulan yang lalu. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Menyusutnya debit air juga dimanfaatkan warga untuk mengumpulkan batu yang akan digunakan memperbaiki makam. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Selain untuk berenang, beberapa anak terlihat juga mencuci baju di area sungai Cisadane. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Akibat terbatasnya pasokan air, sebagian warga yang tinggal di kawasan tebing mengakses fasilitas MCK untuk mencuci baju dan lainnya.
Sejumlah pompa air juga dioperasikan guna membantu menyuplai kebutuhan warga. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Debit air Sungai Cisadane di Kampung Sawah, Rumpin, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, mengalami penyusutan akibat musim kemarau. Kondisi tersebut membuat sejumlah bebatuan di beberapa titik sungai terlihat jelas sehingga dimanfaatkan anak-anak untuk berenang.

Penurunan debit air sungai telah berlangsung sejak Juni hingga Juli 2026. “Itu surut sekitar juni-juli, sudah satu setengah bulanan,” ungkap Dana (58), warga Kampung Grendong, Rumpin, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, kepada Bloomberg Technoz, Senin (20/7).

Salah satu warga yang memanfaatkan kondisi surutnya Sungai Cisadane untuk berenang adalah Bayu (15). Ia mengatakan, saat kondisi air sungai kembali normal, lokasi tersebut tidak dapat digunakan untuk berenang.

“Kalau normal gak berani renang, paling disini banyak yang mancing,” kata Bayu.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi puncak musim kemarau 2026 mulai terjadi pada Juli di sejumlah wilayah Indonesia. Sekitar 83 Zona Musim (ZOM) atau 12,26 persen wilayah Indonesia diperkirakan memasuki periode puncak musim kemarau sepanjang Juli 2026.

Berdasarkan prakiraan BMKG, wilayah yang mengalami puncak musim kemarau pada Juli mencakup sebagian Sumatra, Jawa, Kalimantan, Nusa Tenggara Timur bagian selatan, Sulawesi Barat bagian utara, Sulawesi Tengah bagian barat, sebagian Maluku, Papua Barat Daya bagian selatan, Papua Barat bagian tengah, serta Papua bagian timur.

Meski demikian, kondisi cuaca di setiap daerah masih dapat berubah karena dipengaruhi berbagai fenomena atmosfer yang berlangsung secara regional maupun lokal.

(dre)