Rupiah Masih Dibayangi Tekanan, Pasar Tunggu Pengumuman BI Rate
Tim Riset Bloomberg Technoz
21 July 2026 08:01

Bloomberg Technoz, Jakarta - Rupiah membuka perdagangan Non-Deliverable Forwards (NDF) di luar negeri dengan stagnasi dan berada di Rp17.985/US$, di tengah pergerakan harga minyak mentah Brent yang bertahan di level tinggi.
Harga minyak mentah West Texas Intermediate bertahan di US$82,6 per barel, sementara Brent berada di posisi US$89,2 per barel. Pergerakan harga minyak mentah kembali mendekati level tertinggi sejak pertengahan Juni.
Hal ini terjadi lantaran para pedagang mengamati kemungkinan adanya gangguan pada ekspor Arab Saudi, setelah pemberontak Houthi mengancam akan memblokade jalur ekspor utama melewati Laut Merah.
Sementara itu, indeks dolar Amerika Serikat (AS) kembali terapresiasi 0,18% menjadi 100,94. Apresiasi terhadap dolar AS membuat pergerakan mata uang Asia sebagian hanya mampu menguat sangat terbatas. Seperti Ringgit Malaysia menguat 0,04%, won Korea Selatan 0,03%, yuan offshore bahkan hanya 0,01%.
Dari sisi domestik, pergerakan rupiah menanti katalis baru setelah kemarin di pasar spot sempat ditutup melemah 0,26% di level Rp17.942/US$. Pasar menilai, Bank Indonesia (BI) akan kembali mengambil langkah hawkish dengan kembali menaikkan BI Rate sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 6% dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) pekan ini.































