Logo Bloomberg Technoz

Penyaluran Kredit Baru Naik Q2-2026, Proyeksi ke Depan Landai

Redaksi
20 July 2026 12:28

Dampak pemangkasan suku bunga acuan oleh BI terhadap bunga perbankan. Ilustrasi kantor Bank Indonesia. (Muhammad Fadli/Bloomberg)
Dampak pemangkasan suku bunga acuan oleh BI terhadap bunga perbankan. Ilustrasi kantor Bank Indonesia. (Muhammad Fadli/Bloomberg)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Hasil Survei Perbankan Bank Indonesia menunjukkan penyaluran kredit baru pada kuartal II 2026 meningkat dibandingkan triwulan sebelumnya. Kondisi ini tercermin dari nilai Saldo Bersih Tertimbang (SBT) kredit baru sebesar 93,08%, lebih tinggi dibandingkan SBT 38,74% pada kuartal sebelumnya.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso menyebutkan pertumbuhan kredit baru terjadi pada seluruh jenis penggunaan. Ini tercermin dari nilai SBT yang meningkat pada kredit modal kerja yakni 94,34%, kredit investasi 93,51%, dan kredit konsumsi 83,67%.

"Pada kuartal III 2026, penyaluran kredit baru diprakirakan tetap tumbuh dengan SBT sebesar 84,65%," demikian tertulis dalam laporan hasil survei BI, Senin (20/7/2026).


Dalam laporan hasil survei tersebut dipaparkan bahwa perbankan lebih berhati-hati dalam menyalurkan kredit baru pada kuartal II 2026 dibandingkan kuartal I 2026. Ini tecermin dari Indeks Lending Standard (ILS) positif sebesar 1,03. Kebijakan penyaluran kredit yang lebih berhati-hati tersebut, antara lain pada aspek suku bunga kredit, plafon kredit, perjanjian kredit, jangka waktu kredit, dan biaya persetujuan kredit.

"Pada kuartal III 2026, standar penyaluran kredit diprakirakan lebih longgar, dengan ILS negatif sebesar 2,25," katanya.