Logo Bloomberg Technoz

Defisit Fiskal Melebar, Rupiah Lanjutkan Tren Pelemahan

Tim Riset Bloomberg Technoz
09 January 2026 09:26

Karyawan merapihkan uang rupiah dan dolas AS di salah satu bank di Jakarta, Senin (1/12/2025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Karyawan merapihkan uang rupiah dan dolas AS di salah satu bank di Jakarta, Senin (1/12/2025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali melanjutkan tren pelemahan, menyusul rilisnya data ekonomi dan defisit fiskal yang kian melebar dalam rincian Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026.  

Dalam perdagangan spot Jumat (9/1/2026), rupiah dibuka melemah 0,18% ke level Rp16.827/US$. Posisi ini melanjutkan tren pelemahan rupiah selama enam hari beruntun sejak dibuka dalam perdagangan awal tahun. 

Di tengah penguatan indeks dolar AS lantaran ketidakpastian geopolitik, rilisnya data ekonomi dan kondisi perekonomian domestik yang tercermin dalam defisit anggaran hampir 3% itu ikut menahan laju rupiah. Alhasil, rupiah diprediksi masih melanjutkan pelemahannya dalam perdagangan hari ini. 

Pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dalam satu bulan terakhir, per Jumat pagi (9/1/2026). (Sumber: Bloomberg).

“Kami memprediksi tekanan depresiasi rupiah berlanjut pada rentang Rp16.750-16.850/US$,” kata Lionel Priyadi, fixed income dan macro strategist di Mega Capital Sekuritas dalam catatannya, Jumat (9/1/2026). 

Pelemahan rupiah kali ini tidak semata didorong oleh faktor eksternal yang tengah bergejolak, akan tetapi pasar mulai sensitif terhadap dinamika fiskal domestik.