Logo Bloomberg Technoz

Bos PalmCo: Ekspansi Minyak Rapeseed Ancaman bagi CPO Indonesia

Sabrina Mulia Rhamadanty
21 July 2026 08:20

Produksi minyak kelapa sawit./Bloomberg-Ferley Ospina
Produksi minyak kelapa sawit./Bloomberg-Ferley Ospina

Bloomberg Technoz, Jakarta – Industri minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) Indonesia menghadapi ancaman serius di pasar global akibat ekspansi masif minyak nabati pesaing, seperti rapeseed (diekstrak dari biji tanaman rapeseed) dan canola (diekstrak dari biji tanaman kanola).

Direktur Utama PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN IV) PalmCo Jatmiko K. Santosa mengungkapkan minyak rapeseed memiliki tingkat pertumbuhan produksi yang sangat cepat, yakni mencapai 5,8% hingga 10% per tahun.

Adapun, komoditas tersebut dikenal sebagai king of cold flow sehingga sangat diminati oleh negara-negara maju di wilayah subtropis yang memiliki musim dingin.


“Rapeseed mempunyai tingkat pertumbuhan hampir 5,8% dan dikenal sebagai king of cold flow. Sementara CPO kita di seluruh dunia selama 5 tahun hanya tumbuh 0,52%,” ujar Jatmiko K. Santosa saat memberikan pemaparan di agenda Pekan Riset Sawit Indonesia 2026 di Jakarta, Senin (20/7/2026). 

Jatmiko juga menjelaskan bahwa implementasi program B50 membutuhkan pasokan CPO sekitar 4 juta ton per tahun pada tahap awal.