Logo Bloomberg Technoz

Menakar Efek Petisi Bela Powell yang Ikut Diteken Bos BI

Dian Sari Pertiwi
15 January 2026 15:50

Donald Trump dan Jerome Powell. (Bloomberg)
Donald Trump dan Jerome Powell. (Bloomberg)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Selain melempar bara api ke panggung internasional, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump juga sepertinya sedang menyiram bensin di halaman rumahnya sendiri, lewat kasus kriminal terhadap Gubernur Bank Sentral (Federal Reserve) Jerome Hayden Powell. 

Trump mengancam akan mendakwa Powell atas kesaksian rutin di Kongres tentang renovasi gedung-gedung The Fed yang semula nilainya US$ 1,9 miliar menjadi US$2,5 miliar pada tahun lalu. The Fed sebenarnya sudah menjelaskan bahwa kenaikan biaya tersebut disebabkan oleh perbedaan antara perkiraan awal dan perkiraan aktual untuk material, peralatan, dan tenaga kerja. Termasuk ada masalah yang tak terduga seperti kontaminasi racun.

Surat panggilan tersebut diterima Powell pada Minggu (11/1/2026) malam waktu setempat. 


Menurut Powell, pemanggilan tersebut merupakan ancaman yang tidak berkaitan dengan kesaksiannya di Kongres, renovasi gedung The Fed, ataupun bagian dari mekanisme pengawasan legislatif. 

Powell, yang menjabat sejak 2018, menilai ancaman tersebut mencerminkan tekanan dari pemerintah untuk memperluas pengaruhnya terhadap bank sentral AS, termasuk tekanan untuk menurunkan suku bunga acuan.