Logo Bloomberg Technoz

Simak Gerak-Gerik Rupiah Awal Pekan Ini

Tim Riset Bloomberg Technoz
20 July 2026 09:23

Karyawan menghitung mata uang rupiah di tempat penukaran mata uang, Jakarta, Selasa (12/5/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Karyawan menghitung mata uang rupiah di tempat penukaran mata uang, Jakarta, Selasa (12/5/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Rupiah membuka perdagangan pasar spot pekan ini dengan pelemahan 0,47% ke Rp17.980/US$, seiring kembali tersungkurnya rupiah di pasar luar negeri dengan pelemahan 0,21% ke Rp18.031/US$ pada 09:00 WIB. 

Tak lama berselang, rupiah melanjutkan pelemahan menjadi 0,55% ke posisi Rp17.992/US$ pada 09:08 WIB. 

Ketidakpastian di Timur Tengah menjadi salah satu penyebabnya. Konflik yang masih terjadi antara Amerika Serikat (AS) dengan Iran telah mengerek harga minyak brent ke level  US$90 per barel. Kenaikan tersebut berpotensi membebani fiskal Indonesia lantaran subsidi bahan bakar minyak (BBM). 


Kondisi ini membuat pergerakan mata uang Asia beragam. Dari zona hijau won Korea Selatan berbalik arah dan memimpin penguatan, disusul ringgit Malaysia yang menguat lantaran data pertumbuhan ekonomi menjadi 5,8%, melampaui ekspektasi ekonom dan analis yang sebesar 5,2%. 

Pergerakan mata uang Asia, sebagian terbebani eskalasi konflik di Timur Tengah. (Bloomberg)

Selanjutnya, dolar Singapura, yuan offshore, dan yuan China serta yen Jepang menguat terbatas. Sebaliknya, pelemahan tajam terjadi pada rupiah, disusul dolar Taiwan sebesar 0,29%, peso Filipina, dan baht Thailand.