Logo Bloomberg Technoz

Awali Pekan, Rupiah Ditutup Rp17.942/US$

Tim Riset Bloomberg Technoz
20 July 2026 15:29

Karyawan menghitung uang rupiah di salah satu tempat penukaran mata uang di Jakarta, Kamis (4/6/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Karyawan menghitung uang rupiah di salah satu tempat penukaran mata uang di Jakarta, Kamis (4/6/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Rupiah menutup sesi perdagangan Senin (20/7/2026) dengan memangkas sebagian pelemahannya menjadi 0,26% ke posisi Rp17.942/US$, berdasarkan data Bloomberg

Pelemahan ini dipicu oleh kenaikan harga minyak mentah ke US$88,70 per barel, yang berpotensi memperlebar defisit neraca transaksi dagang serta fiskal. 

Padahal indeks dolar Amerika Serikat (AS) sedang menyusut 0,07% ke level 100,69, dan membuat sebagian mata uang Asia mampu menguat. 

Mata uang Asia. (Bloomberg)

Dari zona hijau, won Korea Selatan memimpin penguatan 0,39%. Disusul ringgit Malaysia, dolar Taiwan, yuan offshore, dolar Singapura, yuan China, dan yen Jepang. 

Sebaliknya, peso Filipina, rupee India, baht Thailand, dan dolar Hong Kong melemah bersama rupiah yang sore ini menjadi mata uang terlemah di Benua Kuning.