Logo Bloomberg Technoz

Konsensus Bloomberg: BI Rate Bisa Naik Lagi Jadi 6%

Redaksi
21 July 2026 10:09

Jaga rupiah, BI Rate diramal naik 25 pps menjadi 6,00%. (Diolah dari Berbagai Sumber)
Jaga rupiah, BI Rate diramal naik 25 pps menjadi 6,00%. (Diolah dari Berbagai Sumber)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Survei Bloomberg terhadap 34 ekonom dan analis menghasilkan konsensus bahwa Bank Indonesia (BI) akan kembali menaikkan BI Rate pada Rapat Dewan Gubernur (RDG) edisi Juli, yang hasilnya akan diumumkan esok hari, Rabu (22/7/2026). 

Median proyeksi berada di 6%, mengindikasikan mayoritas pelaku pasar memperkirakan kenaikan sebesar 25 basis poin (bps) dari posisi saat ini di 5,75%. Sebanyak 29 ekonom masuk dalam perhitungan utama, dengan rentang proyeksi yang relatif sempit yakni 5,75-6%. Ini mencerminkan tingkat keyakinan cukup tinggi terhadap arah kebijakan BI. 

Meski begitu, survei memperlihatkan bahwa pandangan pasar belum sepenuhnya bulat. Sebagian institusi, seperti CIMB, Bank of America, PT Bank Permata Tbk (BNLI), Barclays, Citigroup, dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), masih memperkirakan BI akan mempertahankan suku bunga di 5,75%. 


Kepala Ekonom PT Bank Permata Tbk (BNLI) menilai, kenaikan BI Rate pada Juni menjadi 5,75% juga secara jelas diarahkan untuk memperkuat stabilitas rupiah dan menjaga inflasi 2026–2027 tetap dalam sasaran, sementara kebijakan makroprudensial tetap longgar agar kredit ke sektor riil tetap berjalan.

"Menurut saya, tambahan kenaikan BI Rate ke 6% saat ini belum tentu memberi manfaat yang sepadan dibanding biayanya. Inflasi memang naik, tetapi masih berada dalam kisaran sasaran BI," kata Josua kepada Bloomberg Technoz