Logo Bloomberg Technoz

Efek RKAB 2026 Terlambat, Industri Smelter Mulai Pacu Impor Bijih

Pramesti Regita Cindy
13 January 2026 12:20

Pabrik peleburan baja cair dari tanur tinggi. Dengan AKI dalam membantu produsen memangkas biaya dan reduksi emisi karton. (Dok: Bloomberg)
Pabrik peleburan baja cair dari tanur tinggi. Dengan AKI dalam membantu produsen memangkas biaya dan reduksi emisi karton. (Dok: Bloomberg)

Bloomberg Technoz, Jakarta – Asosiasi Perusahaan Industri Pengolahan dan Pemurnian Indonesia (AP3I) mengungkapkan salah satu langkah yang dipertimbangkan dalam menjaga operasional smelter tetap berjalan adalah dengan meningkatkan pasokan bahan baku melalui impor. 

Hal ini sekaligus menjawab langkah mitigasi yang dilakukan pelaku industri smelter logam di tengah keterlambatan penerbitan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) sektor pertambangan mineral dan batu bara (minerba) pada 2026.

Sekretaris Jenderal AP3I Haykal Hubies mengatakan pelaku industri pada dasarnya hanya memiliki dua pilihan dalam merespons ketidakpastian RKAB, yakni dengan menambah impor atau memangkas kapasitas produksi.


Namun, menurut dia, opsi impor tidak serta-merta menjadi solusi mudah. Pelaku industri harus memastikan kesesuaian spesifikasi bahan baku, memperhitungkan waktu pengiriman, hingga durasi pasokan agar tidak mengganggu operasional smelter.

"Iya, pilihannya memang dua itu. Antara impor atau memangkas produksi memang enggak ada yang lain," kata Haykal ketika dihubungi, Selasa (13/1/2026).