Logo Bloomberg Technoz

Penyebab IHSG Ditutup Melemah 2,66%

Muhammad Julian Fadli
02 March 2026 18:50

Karyawan di depan layar indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (23/62025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Karyawan di depan layar indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (23/62025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah pada perdagangan Senin (2/3/2026) usai kehilangan 2,66% di posisi 8.016,8. Amblesnya saham–saham big caps jadi pemicu, saham BREN, saham BMRI, hingga saham AMMN.

IHSG langsung terjun bebas dari pembukaan perdagangan saham pagi tadi, adapun rentang perdagangan terjadi 8.133,6 hingga terdalam menyentuh 8.016,8 yang tepat terjadi saat penutupan.

Penutupan IHSG Sesi II pada Senin 2 Maret 2026 (Bloomberg)

Adapun pelemahan IHSG turut disebabkan oleh serangan AS dan Israel terhadap Iran pada Sabtu (28/2/2026) memicu perang terbuka dan membuat investor global cenderung menghindari aset–aset yang berisiko. 


“Secara teknikal, IHSG masih bertahan di atas level psikologis 8.000 dan masih di atas level MA200,” papar Phintraco Sekuritas dalam risetnya. 

Namun penyempitan histogram positif MACD berlanjut dan berpotensi membentuk death cross. Jika IHSG break low level 8.000, diprediksi berpotensi menguji level support berikutnya di 7.860 – 7.900.