Survei Ekonom: Perang Iran Bakal Picu Kenaikan Inflasi Global
News
03 March 2026 12:40

Dana Morgan, Harumi Ichikura dan Cynthia Li - Bloomberg News
Bloomberg, Perang dengan Iran diprediksi akan memicu kenaikan inflasi di seluruh dunia, meskipun prospek pertumbuhan ekonomi global saat ini dinilai belum terlalu terdampak. Hal ini terungkap dalam survei global terhadap para ekonom yang dilakukan oleh Bloomberg News.
Berdasarkan survei yang digelar pada Senin (2/3), separuh dari responden memprediksi inflasi di zona euro akan bergerak lebih cepat. Proyeksi serupa juga ditujukan untuk Amerika Serikat (AS) oleh jumlah responden yang hampir sama. Sementara itu, hampir 40% responden memperkirakan dampak yang sama di China, dengan potensi percepatan pertumbuhan harga konsumen sebesar 0,3 hingga 0,9 poin persentase dari ekspektasi sebelumnya.
Ancaman inflasi terbesar dari perang ini bersumber dari lonjakan harga minyak dan gas. Hal ini menyusul lumpuhnya aktivitas di Selat Hormuz, jalur yang biasanya dilewati oleh seperlima pasokan energi laut dunia. Selain itu, terdapat dampak berantai seperti kenaikan harga tiket pesawat dan biaya distribusi, serta risiko rantai pasok yang lebih luas jika konflik terus berkepanjangan.
Meskipun demikian, mayoritas responden memprediksi bahwa perang ini hanya akan memberikan dampak minimal terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) di AS, zona euro, maupun China. Namun, para ahli menekankan bahwa kondisi ini sangat bergantung pada durasi konflik tersebut.



























