Logo Bloomberg Technoz

Selat Hormuz Lumpuh, Harga Minyak Bakal Betah di Atas US$90

Azura Yumna Ramadani Purnama
03 March 2026 10:00

Tanker minyak./dok. Bloomberg
Tanker minyak./dok. Bloomberg

Bloomberg Technoz, Jakarta – Analis komoditas memprediksi harga minyak mentah dunia bakal bertahan di atas US$90 per barel gegara penutupan jalur perdagangan migas dunia, Selat Hormuz, yang terjadi akibat konflik Amerika Serikat (AS) dan Israel dengan Iran.

Analis komoditas dan Founder Traderindo Wahyu Laksono memprediksi, dalam waktu dekat, harga minyak mentah dunia bakal merangkak ke level US$80 hingga US$85 per barel gegara konflik di Timur Tengah tersebut.

Saat ini, konflik tersebut mulai meluas hingga fasilitas migas juga terkena serangan militer, sehingga harga minyak dunia diprediksi bisa melonjak ke level US$90 hingga US$100 per barel.


Dalam skenario terburuk, Wahyu bahkan menilai harga minyak global bisa melesat hingga level US$120 per barel jika penutupan Selat Hormuz berkepanjangan.

“Secara realistis, jika konflik tidak segera mereda, kita harus bersiap melihat harga minyak bertahan di atas US$90,” kata Wahyu ketika dihubungi, Selasa (3/3/2026).

Pergerakan minyak WTI. (Sumber: Bloomberg)