3 Smelter Nikel Dikabarkan Kolaps Efek RKAB Ditekan, Termasuk GNI
Mis Fransiska Dewi
03 March 2026 09:10

Bloomberg Technoz, Jakarta – Asosiasi Penambang Nikel Indonesia (APNI) membeberkan hingga kini terdapat tiga pabrik pemurnian nikel yang kolaps imbas kurangnya bahan baku di tengah pemangkasan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) 2026 hingga ketatnya persaingan smelter di Tanah Air.
Sebagai konteks, Sekretaris Umum APNI Meidy Katrin Lengkey mulanya membeberkan RKAB nikel periode 2026 sebanyak 260—270 juta ton otomatis akan mengurangi konsumsi bijih nikel atau ore di Tanah Air.
Secara bersamaan, terdapat isu pemutusan hubungan kerja (PHK) sebagai efek domino dari kebijakan pemangkasan RKAB oleh pemerintah yang ingin mengendalikan harga nikel lantaran kelebihan pasokan atau oversupply nikel.
Meidy menuturkan APNI hingga kini belum menghitung secara terperinci ihwal dampak PHK tersebut, khususnya bagi pekerja smelter nikel.
Akan tetapi, dia mengungkapkan sudah ada tiga smelter kolaps yakni PT Huadi Nickel Alloy Indonesia (HNAI) di Bantaeng, Sulawesi Selatan; PT Wanxiang Nickel Indonesia di Morowali, Sulawesi tengah; dan PT Gunbuster Nickel Industry (GNI) di Morowali.






























