RI Tekan Produksi Nikel, Bahlil Janji Sesuaikan Kebutuhan Smelter
Azura Yumna Ramadani Purnama
09 January 2026 10:50

Bloomberg Technoz, Jakarta – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan pemangkasan target produksi nikel dalam Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) 2026 akan dilakukan dengan tetap mengikuti kebutuhan industri smelter di Tanah Air.
Meskipun tidak mengungkapkan besaran pasti pemangkasan tersebut, Bahlil menyatakan, jika kapasitas produksi smelter Indonesia adalah sebesar 200 juta ton bijih, target produksi yang ditetapkan dalam RKAB 2026 akan menyesuaikan besaran tersebut.
“Ya produksinya kita lagi hitung berapa kapasitas produksi industri kita, harus bisa kita menyuplai. Jadi kapasitas produksi kita contoh 200 juta. Ya RKAB untuk nikelnya juga harus sama,” kata Bahlil dalam konferensi pers kinerja sektor ESDM 2025, Kamis (8/1/2026).
Bahlil menyatakan pemangkasan produksi bijih nikel tersebut dilakukan untuk menjaga harga komoditas unggulan Indonesia itu.
Dia menegaskan saat Indonesia kukuh meningkatkan produksi bijih nikel, harga komoditas tersebut langsung jatuh, bahkan diklaim sempat menyentuh level US$12.000 per ton.






























