Logo Bloomberg Technoz

Harga Nikel Bisa Drop Lagi Jika Produksi RI Tak Sesuai Ekspektasi

Azura Yumna Ramadani Purnama
12 January 2026 10:10

Ilustrasi tambang nikel (Bloomberg)
Ilustrasi tambang nikel (Bloomberg)

Bloomberg Technoz, Jakarta – Analis komoditas memprediksi harga nikel dunia akan bergerak melandai mendekati US$16.000/ton jika pemangkasan produksi bijih yang rencananya dilakukan Indonesia tidak sesuai ekspektasi.

Analis BRI Danareksa Sekuritas Andhika Audrey berpendapat pergerakan harga nikel saat ini cukup dipengaruhi oleh ekspektasi pasar terhadap potensi pengetatan suplai dari Indonesia, seiring dengan terbatasnya produksi gegara Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) 2026 belum terbit.

Audrey menyatakan kondisi tersebut mendorong kekhawatiran pasar terhadap ketersediaan pasokan global, termasuk stok di London Metal Exchange (LME). Hal itu, dinilai menopang harga nikel ke level US$17.000/ton.


Meskipun begitu, Audrey mewanti-wanti bahwa hingga kini belum terdapat keputusan resmi dari pemerintah ihwal pemangkasan produksi tersebut.

“Namun, perlu dicermati bahwa hingga saat ini belum ada kebijakan resmi terkait dengan pemangkasan produksi dari pemerintah, sehingga risiko koreksi harga tetap terbuka apabila realisasi suplai ke depan tidak seketat yang diharapkan pasar,” kata Audrey ketika dihubungi, Senin (12/1/2026).

Pergerakan harga nikel awal Januari 2026./dok. Bloomberg