Logo Bloomberg Technoz

RI Tak Kunjung Beri Kepastian Produksi, Harga Nikel Lanjut Turun

Redaksi
08 January 2026 14:46

Tumpukan bola nikel di sebuah tambang di Kanada. Fotografer: Cole Burston/Bloomberg
Tumpukan bola nikel di sebuah tambang di Kanada. Fotografer: Cole Burston/Bloomberg

Bloomberg Technoz, Jakarta – Harga nikel makin turun dari level tertinggi 19 bulan setelah Indonesia tidak memberikan perincian tentang pengurangan produksi yang sebelumnya memicu kenaikan tajam.

Kontrak berjangka tiga bulan turun hingga 4,4% di London Metal Exchange (LME). Harga turun 3,4% pada Rabu, setelah melonjak ke US$18.800/ton, level intraday tertinggi sejak Juni 2024, karena investor bertaruh pada risiko terhadap produksi di pemasok utama Indonesia.

Indonesia telah mengisyaratkan rencana untuk mengurangi produksi tahun ini untuk menyeimbangkan pasokan dengan permintaan.


Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tidak memberikan perincian apa pun tentang kuota penambangan nikel tahun ini pada konferensi pers Kamis. Menteri Bahlil Lahadalia mengatakan angka-angka tersebut masih dalam tahap finalisasi.

Nikel — yang digunakan dalam baterai dan baja tahan karat — telah melonjak hampir 30% sejak pertengahan Desember, bergabung dengan reli yang juga melihat tembaga dan aluminium naik.