Logo Bloomberg Technoz

Awal Pekan, Rupiah Berpotensi Kembali Melemah

Tim Riset Bloomberg Technoz
12 January 2026 08:17

Warga menukarkan uang dolar AS ke rupiah di salah satu tempat penukaran uang di Jakarta, Jumat (9/1/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Warga menukarkan uang dolar AS ke rupiah di salah satu tempat penukaran uang di Jakarta, Jumat (9/1/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) diproyeksikan masih melanjutkan tren penurunan pada pekan ini. 

Pelemahan rupiah diperkirakan akan terus berlanjut seiring meningkatnya volatilitas global. Setelah invasi AS ke Venezuela, kini Iran tengah bergejolak dan disebut semakin dekat dengan revolusi. 

Di pasar kontrak Non-Deliverable Forward (NDF) Senin (12/1/2026), rupiah diperdagangkan di level Rp16.805/US$. 


Pada perdagangan sebelumnya, indeks dolar AS menguat 0,33% ke level US$99.133, dan meneruskan penguatannya, melansir data Bloomberg pada Senin (12/1/2026) pagi, pada posisi 99.224. 

Di tengah laju penguatan dolar beberapa mata uang di pasar Asia sudah mulai unjuk gigi dan tercatat di zona hijau, seperti dolar Singapura, yen Jepang, dan won Korea Selatan. 

Nilai tukar mata uang Asia terhadap dolar AS, Senin pagi (12/1/2026). Bloomberg.