Neraca Dagang Diproyeksi Kembali Surplus Awal 2026
Dovana Hasiana
28 February 2026 20:00

Bloomberg Technoz, Jakarta - Ekonom PT Bank Permata Tbk (BNLI) Faisal Rachman memperkirakan neraca perdagangan akan mencatat surplus pada awal 2026. Perlu diketahui, Badan Pusat Statistik (BPS) akan mengumumkan ekspor dan impor Januari 2026 pada Senin (2/3/2026).
Dia mengatakan surplus perdagangan diperkirakan sebesar US$2,65 miliar pada Januari 2026. Angka ini tak jauh berbeda dengan US$2,51 miliar pada Desember 2025, seiring aktivitas ekspor dan impor yang kembali normal secara musiman.
“Ekspor diproyeksikan menurun secara bulanan, mencerminkan pola musiman yang lazim terjadi setiap Januari,” ujar Faisal dalam siaran pers, Sabtu (28/2/2026).
Ekspor Indonesia diperkirakan terkontraksi 13,52% secara bulanan atau month on month (mom) pada Januari 2026. Hal ini didorong oleh faktor musiman dan berlanjutnya normalisasi harga komoditas. Namun, secara tahunan, ekspor diproyeksikan tumbuh 6,33% year on year (yoy).
Berdasarkan realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Januari 2026, penerimaan bea keluar tercatat terkontraksi 41,6% yoy. Pemerintah mengaitkan penurunan tersebut dengan harga minyak kelapa sawit mentah atau crude palm oil (CPO) yang lebih rendah.






























