BI Desak Bank Pangkas Special Rate agar Bunga Kredit Turun
Redaksi
28 February 2026 15:30

Bloomberg Technoz, Jakarta - Bank Indonesia (BI) mendesak perbankan untuk menurunkan tingkat bunga simpanan istimewa atau special rate bagi para deposan besar, guna mendorong penurunan suku bunga kredit yang lebih cepat, sehingga intermediasi berjalan semakin kuat.
Demikian disampaikan Deputi Gubernur Senior BI Destry Damayanti dalam peluncuran buku Kajian Stabilitas Keuangan No.46, Februari 2026 (KSK 26) di Bank Indonesia, Jakarta, Jumat (27/2/2026).
"Ke depan, intermediasi pada 2026 diprakirakan tetap solid dalam kisaran 8%–12% (yoy), sejalan dengan pertumbuhan kredit Januari 2026 yang mencapai 9,96% (yoy)," ujar Destry.
Dia menjelaskan pertumbuhan kredit sebesar 9,69% (yoy) pada Desember 2025, yang terutama mengalir ke sektor-sektor prioritas pemerintah, turut menopang pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,11% (yoy) sepanjang 2025.
Peluang ekonomi Indonesia untuk tumbuh lebih tinggi sangat terbuka. Hal ini didukung oleh ketersediaan likuiditas perbankan yang cukup memadai. Maka itu, penyesuaian special rate di perbankan sangat dibutuhkan.
































