Mata Uang Asia Solid, Rupiah Lanjutkan Penguatan
Tim Riset Bloomberg Technoz
26 February 2026 09:14

Bloomberg Technoz, Jakarta - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali menguat dalam pembukaan perdagangan spot hari ini. Melanjutkan tren penguatan kemarin, imbas dari lesunya dolar AS pasca pidato kenegaraan Presiden Donald Trump.
Pagi ini, Kamis (26/2/2026), rupiah kembali mendapat angin segar dengan penguatan 0,13% ke Rp16.764/US$ di tengah lesunya dolar AS yang makin susut 0,19% ke 97,51.
Melemahnya dolar AS membawa berkah bagi mayoritas mata uang Asia. Won Korea Selatan terapresiasi 0,41%, disusul yen Jepang 0,3%, yuan China 0,23%, ringgit Malaysia 0,19%, yuan offshore China 0,18%, dolar Taiwan 0,15%, dolar Singapura 0,11%, serta dolar Hong Kong dan baht Thailand masing-masing 0,03%.
Lesunya dolar AS disebabkan oleh pidato kenegaraan Trump yang alih-alih menciptkan optimisme seperti narasi yang dia sebarkan, justru membuat pasar semakin waspada. Sebab, Trump mengglorifikasi agenda tarif yang dia lakukan dalam hubungan perdagangan internasional serta berisiko menganggu pertumbuhan ekonomi AS, seperti disebut oleh Dana Moneter Internasional (IMF) baru-baru ini.
“Perang tarif tidak berdampak baik bagi dolar AS pada 2025, dan kami tidak melihat hal itu akan menguntungkan dolar AS pada 2026, karena kebijakan tersebut terus membuat AS terlihat sebagai agen deglobalisasi, dan dengan demikian berpotensi menyebabkan dolar AS kehilangan statusnya sebagai mata uang cadangan,” kata analis seperti dikutip Bloomberg News.




























