Risk-Off Bayangi Asia, Rupiah Melemah Pagi Ini
Tim Riset Bloomberg Technoz
27 February 2026 09:24

Bloomberg Technoz, Jakarta - Membuka hari terakhir perdagangan bulan ini, rupiah langusng berada di zona merah. Pelemahan terjadi bahkan saat indeks dolar Amerika Serikat justru terkoreksi tipis di pasar global.
Dalam perdagangan spot Jumat (27/2/2026), rupiah melemah ke Rp16.775/US$, menjauh lagi dari area penguatan yang sempat terjadi dalam dua hari beruntun. Pelemahan ini terjadi saat indeks dolar AS menyusut 0,4% ke 97,75.
Pergerakan ini agaknya mencerminkan sikap pelaku pasar yang berhati-hati menjelang penutupan bulan, terutama di tengah meningkatnya ketidakpastian geopolitik global dan sentimen risk-off yang masih membayangi, serta minimnya data domestik yang mendukung penguatan lebih lanjut.
Kemarin rupiah menguat ke level tertinggi dalam empat pekan terakhir, terbawa penguatan hampir semua mata uang di pasar Asia. Rupiah sempat menguat dua hari beruntun sejak penutupan Rabu (24/2/2026) dengan penguatan 0,23% ke level Rp16.785/US$ setelah sebelumnya bergerak di level Rp16.800-an/US$.
Namun hari ini, adanya ketidakstabilan geopolitik akibat tensi antara AS dan Iran yang makin memanas membuat rupiah kembali menyusut, bersama mata uang Asia lainnya. Mata uang di pasar Asia sebagian besar berada di zona merah, meski indeks dolar AS juga sebenarnya terkoreksi tipis.






























