OPEC+ Pertimbangkan Kenaikan Produksi Usai Iran Diserang
News
01 March 2026 07:30

Salma El Wardany, Grant Smith, Ben Bartenstein, dan Fiona MacDonald – Bloomberg News
Bloomberg, Jakarta – OPEC+ akan mempertimbangkan opsi peningkatan pasokan yang lebih besar ketika para anggota kunci bertemu pada Minggu (1/3/2026) setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran, menurut dua delegasi.
Kelompok yang dipimpin Arab Saudi dan Rusia itu sebelumnya diperkirakan kembali menaikkan produksi secara moderat pada April setelah pembekuan pasokan selama tiga bulan, sebagai bagian dari strategi berkelanjutan untuk merebut kembali pangsa pasar, kata sejumlah delegasi awal pekan ini.
Skenario dasar mereka adalah menaikkan produksi sebesar 137.000 barel per hari, sejalan dengan penambahan pada kuartal keempat, menurut tiga orang sumber. Salah satu faktor kunci dalam keputusan Minggu adalah apakah guncangan dari serangan AS–Israel terhadap Republik Islam tersebut akan berujung pada penutupan Selat Hormuz yang krusial di Teluk Persia, kata delegasi lain. Para delegasi meminta identitasnya dirahasiakan karena pembahasan bersifat tertutup.
Serangan pada Sabtu, serta aksi balasan Teheran terhadap pangkalan militer AS di kawasan, menandai puncak krisis geopolitik yang telah mendorong harga minyak mentah naik sepanjang tahun ini meskipun ekspektasi surplus masih luas. Kontrak berjangka melonjak ke level tertinggi dalam tujuh bulan di US$73 per barel di London pada Jumat, setelah naik 19% sepanjang tahun ini di tengah berbagai gangguan produksi, sanksi, dan aksi penimbunan oleh China.





























