Logo Bloomberg Technoz

Rupiah Memang Terlalu Lemah, Mestinya Rp15.400-an/US$

Tim Riset Bloomberg Technoz
26 February 2026 16:00

Dolar AS Melemah, Rupiah dan Valuta Asia Berjaya (Diolah berbagai sumber)
Dolar AS Melemah, Rupiah dan Valuta Asia Berjaya (Diolah berbagai sumber)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) cenderung volatil dan sangat bergantung terhadap sentimen global serta arus modal asing. Namun, pertanyaan Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo pekan lalu usai Rapat Dewan Gubernur (RDG) yang menyebut bahwa nilai rupiah undervalued, dan tidak menggambarkan fundamentalnya menyisakan tanda tanya. Sebenarnya berapa harga wajar rupiah seharusnya?

Jika melihat data nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dalam setahun terakhir, angkanya telah susut sebanyak 2,27%. Sepanjang 2026 (year-to-date) juga melemah 0,36%.

Penyusutan yang terjadi setahun belakangan maupun sejak awal tahun 2026 ini membuat rupiah berada di posisi ketiga terlemah di Asia. 


Berdasarkan data Bloomberg, nilai wajar rupiah berada di kisaran Rp15.446/US$. Nilai ini dihasilkan menggunakan model Behavioral Equilibrium Exchange Rate (BEER) yang mengukur nilai keseimbangan (nilai wajar) jangka menengah hingga panjang suatu mata uang dengan menganalisis variabel-variabel makroekonomi secara statistik. 

Nilai wajar rupiah menurut perhitungan model Bloomberg Intelligence Behavioral Equilibrium Exchange Rate (BI BEER). (Bloomberg)

Jika dibandingkan dengan level pasar spot yang beberapa kali bergerak di rentang Rp16.700-an hingga pernah di level Rp16.900-an/US$, bahkan, pelaku pasar telah mematok nilai psikologis baru di level Rp17.000/US$ tahun ini, angka yang diperoleh menggunakan pendekatan BEER ini mengindikasikan bahwa secara fundamental, rupiah berada di bawah nilai keseimbangannya atau cenderung undervalued. Artinya, secara model makro jangka menengah, rupiah dinilai lebih lemah dari yang seharusnya.

Nilai wajar rupiah terhadap dolar AS menurut model BEER. (Bloomberg)