Logo Bloomberg Technoz

Surat Utang RI Marak Dijual, Rupiah Jadi Lemah

Tim Riset Bloomberg Technoz
27 February 2026 16:38

Pekerja menghitung uang rupiah di tempat penukaran mata uang asing di Jakarta, Senin (19/1/2026). (Bloomberg Technoz/ Andrean Kristianto)
Pekerja menghitung uang rupiah di tempat penukaran mata uang asing di Jakarta, Senin (19/1/2026). (Bloomberg Technoz/ Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) menutup pekan terakhir bulan ini dengan depresiasi. Padahal indeks dolar AS juga dalam posisi keok. 

Pada Jumat (27/2/2026), rupiah ditutup melemah 0,1% ke posisi Rp16.771/US$. Sementara Dollar Index menyusut 0,11% ke 97,67. 

Pergerakan mata uang Asia terhadap dolar AS dalam perdagangan terakhir bulan Februari 2026. (Bloomberg)

Pelemahan ini menunjukkan tekanan terhadap rupiah sore ini bukan dari penguatan greenback, melainkan faktor domestik dan persepsi risiko yang masih membayangi pasra. Agaknya terdapat premi risiko tambahan yang diminta investor terhadap aset berdenominasi rupiah. 


Sentimen tersebut salah satunya dipicu oleh peringatan dari S&P Global Ratings yang menyoroti meningkatnya tekanan fiskal Indonesia, terutama akibat kenaikan biaya pembayaran utang.

Lembaga pemeringkat itu mengingatkan bahwa beban bunga yang semakin besar dapat mempersempit ruang fiskal dan meningkatkan risiko terhadap profil kredit kedaulatan. Bahkan, dalam skenario tertentu, tekanan tersebut berpotensi memicu aksi penurunan peringkat.