Logo Bloomberg Technoz

Ekonom Ramal Inflasi Februari Melonjak Imbas Ramadan

Dovana Hasiana
28 February 2026 17:30

Inflasi Tahunan Januari Tembus 3,55%, Ini Alasannya. (Diolah dari Berbagai Sumber)
Inflasi Tahunan Januari Tembus 3,55%, Ini Alasannya. (Diolah dari Berbagai Sumber)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) akan mengumumkan Indeks Harga Konsumen (IHK) Februari 2026 pada Senin (2/3/2026). Kalangan ekonom memproyeksi IHK Februari 2026 akan mengalami inflasi imbas menguatnya permintaan pada periode Bulan Ramadan. 

Kepala Ekonom Bank Mandiri Andry Asmoro memperkirakan IHK Indonesia akan mengalami inflasi sebesar 0,42% secara bulanan month-on-month (mom) pada Februari 2026. Angka ini naik dibandingkan dengan deflasi sebesar 0,15% mom pada Januari 2026.

“Hal ini mencerminkan tekanan harga pangan yang lebih tinggi serta meningkatnya aktivitas selama Ramadan,” ujar Asmo dalam siaran pers, dikutip Sabtu (28/2/2026).


Secara tahunan, inflasi umum (headline inflation) diproyeksikan meningkat menjadi 4,49% year on year (yoy). Angka ini naik dibandingkan dengan 3,55% yoy pada Januari 2026 dan deflasi 0,09% yoy pada Februari 2025. Menurutnya, hal ini disebabkan oleh efek basis yang rendah dari deflasi tahun lalu ketika pemerintah menerapkan diskon tarif listrik sebesar 50%.

Inflasi inti diperkirakan meningkat menjadi 0,5% mom dari 0,4% mom, di tengah kenaikan harga emas dan aktivitas konsumsi yang lebih kuat selama Ramadan dan periode pra-Idulfitri.