Logo Bloomberg Technoz

Sementara itu, permintaan impor batu bara dari India secara global diperkirakan masih mencatatkan pertumbuhan sekitar 1% pada 2026.

Peningkatan ini didorong oleh pertumbuhan kebutuhan listrik, meskipun realisasinya tetap dipengaruhi oleh pengelolaan stok domestik.

Gita menjelaskan hingga November 2025, Indonesia menyumbang sekitar 51% dari total impor batu bara India. Kondisi tersebut menegaskan peran dominan Indonesia sebagai mitra pasokan utama.

Adapun, untuk pasar Asia Tenggara, peluang impor tetap ada namun relatif terbatas karena sangat bergantung pada kebutuhan masing-masing negara.

Dia menyontohkan permintaan batu bara dari Malaysia masih mencatat kenaikan. Sementara itu, pembelian oleh Vietnam cenderung stagnan. 

“Di pasar Jepang, Korea, dan Taiwan, permintaan relatif stabil dengan kecenderungan selektif pada spesifikasi tertentu,” ujarnya. 

Menantang 

Memasuki 2026, lanjut Gita, outlook pasar batu bara akan lebih menantang. Dia menjelaskan para pelaku usaha menghadapi kombinasi penyesuaian regulasi termasuk rencana bea ekspor dan kebijakan retensi devisa hasil ekspor (DHE) di tengah kenaikan biaya produksi batu bara. 

Di sisi lain, sejumlah pelaku usaha hingga saat ini juga masih menunggu kepastian volume produksi yang disetujui oleh pemerintah.

Dalam kaitan itu, para pelaku usaha akan lebih berhati-hati dengan fokus pada efisiensi, pengamanan kontrak jangka menengah, serta diversifikasi pasar yang realistis sesuai permintaan aktual.

Harga batu bara menutup perdagangan 2025 di jalur hijau. Namun, sepanjang tahun lalu, harga si batu hitam ambrol.

Pada Rabu (31/12/2025), harga batu bara di pasar ICE Newcastle untuk kontrak pengiriman bulan mendatang ditutup di US$ 107,5/ton. Menguat 0,8% dibandingkan dengan hari sebelumnya.

Harga batu bara bangkit usai terkoreksi dua hari beruntun. Selama dua hari tersebut, harga terpangkas 2,2%. Sepanjang 2025, harga komoditas ini melorot 14,17%.

Seiring kesadaran akan kelestarian lingkungan yang makin tinggi, batu bara kurang mendapat tempat. International Energy Agency (IEA) melaporkan, permintaan batu bara global pada 2025 diperkirakan naik 0,5% ke 8,85 miliar ton. Ini memang menjadi rekor tertinggi sepanjang sejarah.

Akan tetapi, ke depan permintaan akan melandai dan memuncak pada 2030. Ekspansi penggunaan energi baru-terbarukan kian menggusur peran batu bara.

(mfd/wdh)

No more pages