Logo Bloomberg Technoz

Mengukur Potensi Pasar Futures Kripto Indonesia Hari Ini

Redaksi
25 July 2026 09:38

JPMorgan Memprediksi Kenaikan Pasar Kripto Jika RUU Struktur Pasar Disahkan (Bloomberg)
JPMorgan Memprediksi Kenaikan Pasar Kripto Jika RUU Struktur Pasar Disahkan (Bloomberg)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Pasar perdagangan derivatif aset kripto di Indonesia dinilai masih berada pada tahap awal pengembangan, meski potensi pertumbuhannya dinilai besar seiring meningkatnya minat investor terhadap instrumen tersebut.

Di pasar global, perdagangan futures atau kontrak berjangka aset kripto memang mendominasi transaksi dibandingkan pasar spot. Mengacu pada data Britannica, volume perdagangan perpetual futures secara global telah melampaui US$187 miliar per hari sepanjang 2025. Bahkan, pada periode tertentu, volume transaksi futures disebut lebih dari 10 kali lipat dibandingkan perdagangan spot. 

Sementara itu, di Indonesia, aktivitas perdagangan aset kripto masih didominasi transaksi spot. Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), nilai transaksi aset kripto nasional pada Mei 2026 mencapai Rp23,01 triliun, naik tipis dibandingkan Rp22,98 triliun pada April 2026.


Direktur Operasional Bittime Ryan Lymn mengatakan pasar futures kripto domestik masih memiliki ruang untuk berkembang seiring meningkatnya pemahaman pelaku pasar terhadap produk derivatif.

"Kami melihat pasar futures Indonesia masih berada pada tahap awal dan memiliki ruang untuk berkembang. Seiring meningkatnya pemahaman pelaku pasar, futures berpotensi menjadi bagian yang semakin penting dalam ekosistem perdagangan aset digital nasional," kata Ryan dalam keterangan tertulis, dilansir Sabtu (25/7/2026).