102 Laporan Surveyor Buat Ekspor Logam RI Tertahan Gegara Uji LTJ
Azura Yumna Ramadani Purnama
27 July 2026 18:30

Bloomberg Technoz, Jakarta – Pemeriksaan kandungan logam tanah jarang (LTJ) dan unsur radioaktif dalam ekspor logam berupa nickel pig iron (NPI) hingga alumina disebut-sebut menyebabkan 102 laporan surveyor (LS) tertunda diterbitkan, sehingga mengganggu proses ekspor.
Shanghai Metals Market (SMM) dalam catatannya mengungkapkan saat ini terdapat sekitar 102 LS yang masih tertunda penerbitannya, gegara perbedaan interpretasi mengenai penangan LTJ dalam verifikasi ekspor.
“[Sebanyak] 102 Laporan Surveyor atau LS saat ini masih tertunda akibat perbedaan interpretasi mengenai penanganan REE selama verifikasi ekspor,” tulis SMM dalam catatannya, Senin (27/7/2026).
Diungkapkan bahwa Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menegaskan LTJ yang terkandung secara alami dalam produk mineral olahan tidak secara otomatis mengubah klasifikasi ekspornya, selama LTJ tersebut belum dipisahkan.
Dalam catatan terpisah, SMM menduga pemeriksaan yang lebih ketat tersebut terjadi usai Kejaksaan Agung (Kejagung) mengusut dugaan korupsi ekspor LTJ ilegal sebesar 390 ton yang melibatkan PT Putraprima Mineral Mandiri (PMM), PT Sucofindo, dan Kantor Bea dan Cukai Pangkalpinang.




























