Logo Bloomberg Technoz

Purbaya Yakin Pendapatan Negara Naik Usai RKAB Batu Bara Direvisi

Azura Yumna Ramadani Purnama
24 July 2026 17:00

Purbaya Bea Keluar Batubara-Nikel Tetap Diberlakukan, Pembahasan Rampung 1-2 Pekan (Foto: Diolah dari Berbagai Sumber)
Purbaya Bea Keluar Batubara-Nikel Tetap Diberlakukan, Pembahasan Rampung 1-2 Pekan (Foto: Diolah dari Berbagai Sumber)

Bloomberg Technoz, Jakarta – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa meyakini pendapatan negara bakal mengalami kenaikan setelah Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) merevisi kuota produksi batu bara dalam Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) 2026.

Purbaya menyatakan Presiden Prabowo Subianto telah menginstruksikan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia untuk merevisi kuota produksi batu bara dalam RKAB 2026.

Menurutnya, tambahan produksi batu bara tersebut bakal memberikan tambahan pendapatan bagi negara, terlebih harga si batu hitam itu belakangan sedang melejit. Walakin, dia tidak mendetailkan berapa perkiraan tambahan pendapatan negara yang bisa diraup akibat penyesuaian RKAB tersebut.


“[Hal] yang jelas, itu yang RKAB-nya kan sudah diatur. Jadi saya masih dapat pendapatan tambahan dari situ nanti kalau volumenya nambah. Apalagi, harga batu bara naik, jadi saya masih untung. [Hal] yang penting kan untuk saya gini, mengamankan anggaran,” kata Purbaya kepada awak media di Kantor Kementerian Keuangan, Jumat (24/7/2026).

Para pekerja berdiri di area penumpukan batu bara di tambang terbuka PT Bukit Asam di Tanjung Enim, Provinsi Sumatra Selatan./Bloomberg-Dadang Tri

Ihwal penerapan bea keluar ekspor batu bara, Purbaya hanya menyatakan kebijakan tersebut masih dalam pembahasan.