Logo Bloomberg Technoz

Gubernur BI Mundur, Begini Kata Analis Asing

Redaksi
27 July 2026 12:24

Gubernur BI, Perry Warjiyo saat pertemuan tahunan Bank Indonesia 2025 di Jakarta, Jumar (28/11/2025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Gubernur BI, Perry Warjiyo saat pertemuan tahunan Bank Indonesia 2025 di Jakarta, Jumar (28/11/2025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Pengunduran diri Perry Warjiyo dari kursi Gubernur Bank Indonesia (BI) sebelum masa jabatan keduanya berakhir, langsung menjadi perhatian investor global.

Bagi pasar, yang dipertaruhkan bukan cuma pergantian seorang pejabat publik, melainkan juga kredibilitas bank sentral yang selama ini menjadi jangkar stabilitas ekonomi Indonesia. 

Pasar pun merespons secara reaktif. Pada sesi perdagangan Senin (27/7/2026), rupiah sempat melemah hampir 0,3%, mendekati Rp18.000/US$, yield Surat Utang Negara (SUN) tenor acuan 10 tahun naik 2 basis poin (bps), dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) juga kehilangan 33,61 poin (0,54%) ke level 6.162 pada saat pembukaan perdagangan. 


Namun, bagaimana analis asing membaca peristiwa ini? Ternyata, sebagian besar tidak melihat pengunduran diri Perry sebagai pemicu perubahan kebijakan secara langsung.

Sebaliknya mereka menilai ketidakpastian selama masa transisi kepemimpinan menjadi risiko terbesar yang harus dihadapi pasar.