Logo Bloomberg Technoz

Outlook Batu Bara 2026: Kian Menantang, Banyak Penyesuaian Aturan

Mis Fransiska Dewi
03 January 2026 18:00

Large lumps of coking coal move along a conveyor belt in a processing facility./Bloomberg-Bartek Sadowski
Large lumps of coking coal move along a conveyor belt in a processing facility./Bloomberg-Bartek Sadowski

Bloomberg Technoz, Jakarta – Asosiasi Pertambangan Batu Bara Indonesia (APBI) memproyeksikann permintaan batu bara dari China dan India pada 2026 akan tumbuh secara moderat sekitar 0,2% hingga 1%.

Outlook pasar komoditas emas hitam pada tahun ini juga disebut akan lebih menantang, seiring dengan berbagai penyesuaian regulasi yang berlaku sejak awal 2026.

Direktur Eksekutif APBI Gita Mahyarani mengatakan penyesuaian outlook permintaan batu bara termal dari China dan India diperkirakan terjadi secara terbatas dan tidak berdampak signifikan terhadap dinamika pasar global.


Untuk China, kata dia, permintaan impor batu bara termal pada 2026 diproyeksikan mengalami penyesuaian moderat sekitar 0,2%—0,3% dibandingkan dengan 2025, sejalan dengan transformasi bauran energi serta dinamika pasokan domestik.

Dalam konteks tersebut, Indonesia tetap mempertahankan posisi strategis, dengan kontribusi sekitar 55% terhadap total impor batu bara China per November 2025.