Logo Bloomberg Technoz

AS-China Tak Lagi Berseteru, Rupiah dan Mata Uang Asia Melaju

Hidayat Setiaji
20 October 2025 16:23

Pekerja merapihkan uang dolar AS dan rupiah di gerai penukaran uang di ITC Kuningan, Jakarta, Rabu (17/4/2024). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Pekerja merapihkan uang dolar AS dan rupiah di gerai penukaran uang di ITC Kuningan, Jakarta, Rabu (17/4/2024). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup menguat hari ini. Rupiah dan mata uang utama Asia perkasa di tengah sentimen pasar yang positif.

Pada Senin (20/10/2025), US$ 1 diperdagangkan Rp 16.575 kala penutupan perdagangan pasar spot. Mata uang Ibu Pertiwi menguat 0,09% dibandingkan akhir pekan lalu.

Rupiah tidak sendiri, karena berbagai mata uang utama Benua Kuning pun terapresiasi. Yen Jepang, yuan China, rupee India, won Korea Selatan, dolar Taiwan, baht Thailand, ringgit Malaysia, dolar Singapura, dan dolar Hong Kong menguat masing-masing 0,15%, 0,04%, 0,13%, 0,07%, 0,16%, 0,13%, 0,04%, 0,13%, dan 0,02%.


Meredanya tensi hubungan AS-China menjadi sentimen utama di pasar keuangan dunia. Setelah sempat panas, sepertinya hubungan kedua perekonomian terbesar di dunia itu membaik pada akhir pekan.

Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengungkapkan delegasi Negeri Adikuasa akan berdialog dengan rombongan yang dipimpin Wakil Perdana Menteri He Lifeng di Malaysia pekan ini.