Logo Bloomberg Technoz

Secara teknikal dengan perspektif harian (daily time frame), rupiah mampu menguat dengan target resisten terdekat di Rp 16.400/US$. Jika tertembus, maka Rp 16.380/US$ bisa menjadi target berikutnya.

Andai kedua resisten itu kembali jebol, maka rupiah bisa menguat kembali dengan target Rp 16.350/US$. Target paling optimistis atau resisten terjauh adalah Rp 16.300/US$ yang menjadi Moving Average (MA) 200.

Adapun target support terdekat untuk rupiah hari ini adalah Rp 16.480/US$. Penembusan di titik ini bisa membuat rupiah melemah lebih lanjut ke arah Rp 16.500/US$.

Target paling pesimistis atau support terjauh adalah Rp 16.550/US$.

Analisis Teknikal Nilai Rupiah Rabu 17 September 2025 (Riset Bloomberg Technoz)

Dolar Sedang Lesu

Rupiah pun sepertinya mampu memanfaatkan dolar AS yang sedang lesu. Kemarin, Dollar Index (yang mencerminkan posisi greenback di hadapan enam mata uang utama dunia) terpangkas 0,65% ke posisi terlemah sejak Februari 2022 atau lebih dari tiga tahun terakhir.

Dollar Index (Sumber: Bloomberg)

Kelesuan dolar AS datang jelang pengumuman hasil rapat bank sentral Federal Reserve. Gubernur Jerome ‘Jay’ Powell dan kolega akan mengumumkan hasil rapat Komite Pengambil Kebijakan (Federal Open Market Committee/FOMC) Kamis dini hari waktu Indonesia.

Mengutip CME FedWatch, peluang penurunan Federal Funds Rate sebesar 25 basis poin (bps) ke 4-4,24% adalah 96,1%. Sementara kemungkinan pemangkasan 50 bps menjadi 3,75-4% adalah 3,9%. Tidak ada probabilitas suku bunga acuan bakal ditahan di 4,25-4,5%.

“Pasar masih berpegang pada keyakinan tersebut. Risiko terbesar adalah apabila The Fed ternyata tidak lebih dovish dari ekspektasi,” kata Josh Gilbert, Analis eToro yang berbasis di Sydney (Australia), seperti dikutip dari Bloomberg News.

Penurunan suku bunga akan membuat investasi di aset-aset berbasis dolar AS (terutama di instrumen berpendapatan tetap) menjadi kurang menarik. Alhasil, dolar AS mengalami tekanan jual dan nilai tukarnya jatuh.

(aji)

No more pages