Namun, aturan sebelumnya memungkinkan perusahaan menetapkan batas sendiri, celah yang kerap digunakan untuk membatasi bahkan menolak kepemilikan asing.
Reformasi anyar ini bertujuan menutup celah tersebut dan membuat pasar lebih terbuka bagi investor internasional.
Regulasi itu juga memangkas proses penawaran umum perdana (IPO) dan pencatatan saham. Perusahaan kini diwajibkan mencatatkan saham dalam waktu 30 hari setelah mendapatkan persetujuan bursa, lebih singkat dari ketentuan sebelumnya yang 90 hari.
Perubahan ini dapat mempercepat keseluruhan proses IPO hingga tiga sampai enam bulan, sehingga membuat IPO lebih menarik bagi investor sekaligus memberikan perlindungan yang lebih baik terhadap kepentingan mereka, menurut pernyataan tersebut.
“Ini langkah sangat positif yang akan menyelaraskan standar pasar Vietnam lebih dekat dengan negara-negara kawasan, menarik lebih banyak minat asing dalam jangka panjang, sekaligus mendukung prospek peningkatan status pasar,” kata Tyler Manh Dung Nguyen, Chief Market Strategist di Ho Chi Minh City Securities.
Dalam beberapa tahun terakhir, Vietnam gencar meningkatkan daya tarik pasar ekuitasnya bagi dana global, termasuk dengan upaya untuk naik kelas menjadi ‘emerging market’ dalam indeks FTSE Russell.
Pada November lalu, otoritas setempat menghapus kewajiban investor asing untuk melakukan prefunding penuh dalam transaksi saham—hambatan lama yang dianggap mengganjal peningkatan status dari ‘frontier market.’
Indeks acuan VN Index naik lebih dari 31% sepanjang tahun ini, melampaui kinerja bursa di Asia Tenggara lainnya berkat optimisme terhadap prospek pertumbuhan ekonomi dan potensi peningkatan klasifikasi pasar, yang berpeluang memicu masuknya aliran modal asing.
(bbn)





























