Logo Bloomberg Technoz

Protes Larangan Medsos di Nepal Tewaskan 14 Orang

News
09 September 2025 08:40

Ilustrasi aplikasi media sosial TikTok milik ByteDance. (Bloomberg)
Ilustrasi aplikasi media sosial TikTok milik ByteDance. (Bloomberg)

Swati Gupta - Bloomberg News

Bloomberg, Setidaknya 14 orang tewas dan puluhan lainnya luka-luka dalam aksi protes di Kathmandu, Nepal, menyusul keputusan pemerintah yang melarang sejumlah platform media sosial, menurut laporan media lokal.

Kepolisian setempat dilaporkan menggunakan gas air mata, meriam air, hingga peluru tajam setelah massa menerobos area terbatas di dekat gedung parlemen di ibu kota, tulis Kathmandu Post. Pemerintah kemudian memberlakukan jam malam di sejumlah wilayah kota, meski demonstrasi terus meluas.


Pekan lalu, pemerintah Nepal melarang beberapa platform media sosial yang tidak mendaftar secara resmi, termasuk Facebook, X, dan YouTube. Sementara itu, TikTok memilih mematuhi aturan tersebut sehingga masih bisa diakses, menurut kantor berita Associated Press.

Menurut Kathmandu Post, jam malam saat ini mencakup kawasan tempat tinggal dan kantor para pejabat tinggi pemerintah. Segala bentuk pergerakan, perkumpulan, atau demonstrasi dilarang. Rekaman dari lapangan memperlihatkan puluhan ribu orang turun ke jalan di pusat kota Kathmandu.