Logo Bloomberg Technoz

Lobi Tarif Gagal: Ekonomi RI Bisa Cuma 4,5%, BI Rate Harus Turun

Dovana Hasiana
08 July 2025 14:16

Ilustrasi Kesepakatan Tarif. (Bloomberg)
Ilustrasi Kesepakatan Tarif. (Bloomberg)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Analis Fixed Income & Macro Strategist PT Mega Capital Indonesia Lionel Priyadi memproyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa tertekan ke level 4,5% atau lebih rendah pada saat tarif perdagangan berlaku. 

Lionel melandasi proyeksinya karena keputusan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump untuk tetap memberikan tarif 32% terhadap Tanah Air bakal berdampak pada kinerja ekspor. Terlebih, terdapat ancaman tambahan tarif 10% untuk negara-negara pendukung BRICS.

Sehingga, Lionel melihat ada urgensi untuk pemangkasan suku bunga Bank Indonesia atau BI Rate. Namun, hal ini tergantung pada keberhasilan BI untuk menjaga rupiah tidak melemah tajam ke level Rp16.400 hingga Rp16.500 per dolar AS selama seminggu ke depan.


"Dari sisi pertumbuhan ekonomi ada risiko pertumbuhan ekonomi tertekan ke level 4.5% atau lebih rendah, apalagi ada ancaman tambahan tarif BRICS 10%," ujar Lionel kepada Bloomberg Technoz, Selasa (8/7/2025). 

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan tingkat surplus neraca perdagangan dengan AS mencapai US$8,28 miliar pada Januari-Mei 2025. Angka ini semakin tinggi dibandingkan dengan US$6,42 miliar pada Januari-April 2025.