Logo Bloomberg Technoz

Imbas Perang Iran, Pertumbuhan Ekonomi Australia Melambat

News
03 June 2026 14:40

Pelabuhan Sydney, Australia (Envato)
Pelabuhan Sydney, Australia (Envato)

Swati Pandey - Bloomberg News

Bloomberg, Laju pertumbuhan ekonomi Australia melambat lebih dalam dari perkiraan pada kuartal lalu. Kondisi ini dipicu oleh sikap sektor rumah tangga yang mulai menahan pengeluaran mereka di tengah lonjakan harga bahan bakar minyak (BBM) dan tren kenaikan suku bunga.

Berdasarkan data resmi pemerintah yang dirilis pada hari Rabu (3/6), Produk Domestik Bruto (PDB) Australia hanya tumbuh 0,3% pada tiga bulan pertama tahun ini. Angka tersebut meleset dari estimasi pasar sekaligus hanya mencapai sepertiga dari kecepatan pertumbuhan yang tercatat pada kuartal terakhir tahun 2025. Selain itu, pertumbuhan ekonomi secara tahunan (year-on-year) sebesar 2,5% juga berada di bawah prediksi.


"Pertumbuhan ekonomi melambat pada kuartal Maret, seiring dengan rendahnya pengeluaran sektor rumah tangga dan sektor publik," ujar Grace Kim, kepala Akuntansi Nasional di Biro Statistik Australia (ABS). "Kenaikan suku bunga dan lonjakan signifikan biaya bahan bakar pada bulan Maret tampaknya menciptakan lingkungan yang membuat perilaku konsumen menjadi jauh lebih berhati-hati."

Merespons rilis data tersebut, mata uang dolar Australia bergerak fluktuatif di bawah level 71,8 sen AS. Sementara itu, imbal hasil (yield) surat utang pemerintah tenor tiga tahun yang sensitif terhadap kebijakan moneter memangkas keuntungan sebelumnya, seiring dengan penyesuaian ekspektasi pasar terhadap kenaikan suku bunga bank sentral Australia (RBA).