Logo Bloomberg Technoz

Menteri Keuangan AS, Janet Yellen mengatakan peluangnya cukup rendah bahwa AS dapat membayar utangnya pada pertengahan Juni. Ia pun mengulangi peringatan bahwa gagal bayar utang bisa saja terjadi setelah tanggal 1 Juni.

Tim Research Phillip Sekuritas Indonesia memaparkan, investor tengah khawatir mengenai pembicaraan penambahan plafon utang (debt ceiling) Pemerintah AS.

“Gagal Bayar (default) atas utang-utang Pemerintah AS akan memicu kekacauan di pasar finansial dan menggelembungkan suku bunga,” jelasnya.

Adapun sentimen selanjutnya datang dari regional Asia, Bank Sentral Tiongkok atau Peoples Bank of China (PBOC) mempertahankan suku bunga acuan Loan Prime Rate (LPR) bertenor 1 tahun pada level 3,65% dan suku bunga LPR bertenor 5 tahun pada level 4,30%.

Hal ini sesuai dengan ekspektasi pasar, dan menandakan PBOC telah mempertahankan suku bunga LPR selama sembilan bulan berturut-turut pasca pemangkasan suku bunga LPR secara mendadak pada Agustus 2022.

Analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana memaparkan, IHSG ditutup menguat menuju 6.729 dan masih didominasi oleh volume pembelian. Selama IHSG masih mampu bergerak di atas 6.656 sebagai supportnya, maka pergerakan IHSG diperkirakan sedang berada di awal wave [iii] dari wave C.

“Sehingga hal tersebut akan membawa IHSG untuk menguji ke rentang 6.777 - 6.855 terlebih dahulu,” dikutip dari riset yang diterbitkan oleh Herditya pada Selasa (23/5/2023).

Herditya merekomendasikan saham-saham berikut, AKRA, BBTN, CPIN, dan RALS. 

Analis CGS-CIMB Sekuritas memaparkan, pada perdagangan kemarin IHSG ditutup menguat. Dengan investor asing mencatatkan net buy sebesar Rp411 miliar di reguler market.

Melihat hal tersebut, CGS-CIMB memperkirakan IHSG berpotensi bergerak sideways cenderung menguat pada hari ini, dengan resistance 6.750 - 6.770 dan support 6.723 - 6.700 Dengan saham rekomendasinya ialah GOTO, AMRT, BUMI, TBIG, MAPI, dan ADMR.

(fad/wep)

No more pages