Logo Bloomberg Technoz

Dia menjabarkan per kuartal I-2023, penjualan mobil listrik mencapai 8.219 unit. Realisasi tersebut meroket 1.584,2% secara year on year (yoy), didominasi oleh penjualan untuk jenis mobil hibrida atau hybrid electric vehicles (HEV).

Permintaan terhadap mobil jenis HEV per tiga bulan pertama tahun ini menembus 6.418 unit atau tumbuh 1.355,3% yoy. Dengan demikian, HEV mendominasi 78,1% dari total penjualan mobil listrik di Tanah Air pada triwulan satu 2023. 

“Penjualan mobil tipe HEV ini didominasi oleh Innova Zenix dengan penjualan 3.522 unit, disusul oleh Ertiga Hybrid dengan penjualan 2.107 unit,” paparnya. 

Sementara itu, penjualan mobil listrik berbasis baterai atau battery electric vehicles (BEV) pada kuartal I/2023 mencapai 1.800 unit, alias tumbuh 3.900% yoy dengan pangsa mobil listrik sebesar 21,9%. 

Penjualan BEV didominasi oleh Hyundai Ioniq5 dengan penjualan 1.039 unit, disusul oleh Wuling AirEV dengan penjualan 539 unit.

Mobil listrik Wuling Air ev saat pameran IIMS 2023 di JIExpo, Jakarta, Kamis (16/2/2023). (Bloomberg Technoz/ Andrean Kristianto)

Lonjakan permintaan BEV turut didukung oleh berbagai insentif fiskal yang digelontor pemerintah mulai bulan ini. Berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No. 23/2023, pemerintah menurunkan pajak pertambahan nilai (PPN) untuk BEV dari 11% menjadi 1%. 

Adapun, mobil yang mendapatkan insentif pajak ini harus memenuhi syarat pemenuhan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) sebesar 40%. 

“Dengan demikian, Hyunda Ioniq5 dan Wuling AirEV adalah dua mobil yang berhak mendapatkan insentif tersebut. Kami memperkirakan penurunan harga mobil Hyundai Ioniq5 dan Wuling AirEV masing-masing sekitar Rp80 juta dan Rp30 juta,” papar Andry.

Realisasi Penjualan Ritel

Sekadar catatan, Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mendata penjualan mobil ritel pada Maret 2023 mencapai 96,3 ribu unit, atau tumbuh 7,1% yoy. Realisasi tersebut merupakan yang tertinggi dibandingkan bulan yang sama sejak 2018. 

Kinerja penjualan mobil pada Maret 2023 ditopang oleh segmen mobil penumpang yang tumbuh 9,6% yoy dengan total penjualan 74,7 ribu unit. Sebagai tambahan, momentum Idulfitri pada April turut mendorong penjualan mobil pada Maret 2023. 

Teknisi mengonversi mobil konvensional menjadi listrik di Workshop Spora EV, Selasa (7/3/2023). (Bloomberg Technoz/ Andrean Kristianto)

Di sisi lain, pertumbuhan penjualan mobil niaga terkontraksi -0,9% yoy, dengan total penjualan 21,6 ribu unit. Penurunan penjualan segmen mobil niaga terutama terjadi pada jenis mobil pick up yang terkontraksi sebesar -9,2% yoy. Jenis mobil pick up menguasai 52% dari total penjualan mobil niaga. 

“Kami melihat penurunan penjualan segmen mobil niaga karena kebutuhan alat angkut ini sudah dipenuhi dua tahun terakhir, selain juga karena koreksi harga komoditas yang terjadi pada awal 2023,” jelas Andry.

Secara kumulatif, sepanjang Januari—Maret 2023, penjualan mobil mencapai 271,1 ribu unit, atau tumbuh 13,7% yoy. Penjualan mobil penumpang mencapai 202,6 ribu unit dan niaga 68,5 ribu unit, tumbuh masing-masing sebesar 13,3% yoy dan 14,8% yoy.

 

(wdh/roy)

No more pages