Logo Bloomberg Technoz

Kripto Stablecoin Dikritik, Bukan Pengganti Alat Pembayaran Sah

News
12 February 2024 11:50

Ilustrasi stablecoin. (Dok: Bloomberg)
Ilustrasi stablecoin. (Dok: Bloomberg)

Matthew Brockett - Bloomberg News

Bloomberg, Gubernur bank sentral Selandia Baru, Adrian Orr, mengeluarkan peringatan mengenai mata uang kripto seperti stablecoin. Ia menyebut mata uang digital itu bukan pengganti uang fiat (alat pembayaran sah yang diterbitkan pemerintah dan bank sentral suatu negara).

Dalam pertemuan dengan Komite Parlemen Selandia Baru, Adrian Orr mengatakan stablecoin sebagai sebuah kesalahan dan ‘oxymoron’ atau retorika yang menggunakan dua istilah berlawanan atau bertentangan untuk memproyeksikan sesuatu.

“Stablecoin tidaklah stabil. Stablecoin hanya sebagus neraca keuangan orang yang menawarkan stablecoin tersebut,” ungkapnya dalam pertemuan tersebut, Senin (12/2/2024).

Perkembangan industri kripto. (Dok: Bloomberg)

Stablecoin, sebuah bentuk token kripto yang dipatok ke aset lain, menggunakan cadangan besar untuk mendukung nilainya. Stablecoin dapat terpengaruh oleh masalah di dunia keuangan tradisional, dan beberapa orang khawatir bahwa stablecoin berpotensi mengguncang pasar nyata.