Logo Bloomberg Technoz

HILIRISASI NIKEL

Moratorium, Smelter Antara Tahap Konstruksi Boleh Lanjut Dibangun

Azura Yumna Ramadani Purnama
06 November 2026 19:50

Penyadapan bijih nikel di tungku matte di smelter nikel yang dioperasikan oleh PT Vale Indonesia di Sorowako, Sulawesi Selatan./Bloomberg-Dimas Ardian
Penyadapan bijih nikel di tungku matte di smelter nikel yang dioperasikan oleh PT Vale Indonesia di Sorowako, Sulawesi Selatan./Bloomberg-Dimas Ardian

Bloomberg Technoz, Jakarta - Forum Industri Nikel Indonesia (FINI) memastikan smelter nikel intermediate yang memasuki tahap konstruksi telah mendapatkan diskresi untuk melanjutkan pembangunan, meskipun terdapat pembatasan penerbitan izin investasi dan Izin Usaha Industri (IUI) bagi smelter nikel intermediate.

Ketua Umum FINI Arif Perdana Kusumah menyatakan proyek yang telah diizinkan pembangunannya tidak mencapai belasan smelter.

Dia juga mengatakan smelter yang diizinkan melanjutkan konstruksi mayoritas smelter hidrometalurgi berbasis high pressure acid leach (HPAL).


"Ada beberapa proyek yang memang mendapatkan diskresi terutama proyek-proyek yang pada saat aturan itu keluar sudah dalam tahap konstruksi. Sudah mendapatkan izin dan lain-lain sebagainya," kata Arif kepada awak media di Kantor Kemenko Perekonomian, Jumat (6/11/2026).

"Enggak, enggak sampai belasan sih. Iya yang sekarang ini banyak yang hidrometalurgi," tuturnya.

Smelter nikel./Bloomberg- Cole Burston