Logo Bloomberg Technoz

PENGHILIRAN MINERAL

ESDM Mau Hilirisasi Bauksit Lebih Hilir, tapi Tak Batasi Alumina

Azura Yumna Ramadani Purnama
06 November 2026 18:50

Seorang pekerja berdiri di area batuan bauksit merah di fasilitas produksi Aluminum of Greece SA./Bloomberg-Kostas Tsironis
Seorang pekerja berdiri di area batuan bauksit merah di fasilitas produksi Aluminum of Greece SA./Bloomberg-Kostas Tsironis

Bloomberg Technoz, Jakarta - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengharapkan hilirisasi bauksit di Indonesia dapat dilakukan lebih hilir hingga mencapai aluminium. Namun, kementerian hingga kini tak berencana melakukan moratorium pembangunan smelter alumina.

Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara (Dirjen Minerba) Kementerian ESDM Tri Winarno menyatakan hingga saat ini kebutuhan aluminium Indonesia mencapai sekitar 1,3 juta metrik ton (mt), tetapi kapasitas produksi aluminium milik PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) diklaim baru sekitar 300.000 mt.

Ihwal lebih banyaknya pembangunan pabrik pengolahan alumina dibandingkan dengan smelter aluminium, Tri menyatakan kementerian sebenarnya berharap hilirisasi bauksit dapat dilakukan lebih hilir.


Kendati begitu, dia menyatakan hingga kini kementerian tak berencana melakukan pembatasan pembangunan pabrik alumina terintegrasi hingga tak berencana membatasi produksi bijih bauksit.

"Ya bagus, kita harapannya langsung, kalau bisa ya end product, maksudnya jadi kita menerima manfaatnya multiplier effect-nya semakin tinggi," kata Tri kepada awak media di Kantor Kementerian ESDM, Jumat (6/11/2026).