Logo Bloomberg Technoz

Sesi I

Diperberat Saham LQ45, IHSG Melemah 1,9%

Muhammad Julian Fadli
06 November 2026 12:59

Karyawan di depan layar pergerakan harga saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (27/7/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Karyawan di depan layar pergerakan harga saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (27/7/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di zona merah dengan kehilangan 1,97% dan melemah 98,86 poin di posisi 4.931,39 pada penutupan Sesi I Jumat (6/11/2026). Saham-saham LQ45 jadi top laggard, yang juga jadi pemberat.

Sepanjang perdagangan IHSG terbenam di zona merah sejak pembukaan pagi tadi, adapun rentang perdagangan terjadi pada area level 4.969 sampai dengan terendahnya mencapai 4.925,1.

IHSG Penutupan Sesi I pada Jumat 6 November 2026 (Bloomberg)

Data Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan nilai perdagangan ‘hanya’ terbilang Rp3,41 triliun dari sejumlah 9,64 miliar saham yang berhasil diperjualbelikan. Tercatat 496 saham melemah, dan 118 saham menguat. Sedang terdapat sejumlah 96 saham yang stagnan.


Saham-saham barang baku, saham infrastruktur, dan saham energi menjadi pemberat IHSG hingga ditutup di zona merah dengan masing-masing jatuh mencapai 4,05%, 2,95%, dan 2,81%, disusul oleh melemahnya saham perindustrian mencapai 2,35%.

Senada dengan IHSG, saham LQ45 yang berisikan saham-saham unggulan juga ikut melemah, dan ambles di zona merah, dengan tertekan 1,71% dan 8,76 poin di posisi 504,88.