Logo Bloomberg Technoz

KINERJA Q3-2026

Industri Tambang Tumbuh 0,91%: Tak Rata, Batu Bara Masih Tertekan

Azura Yumna Ramadani Purnama
06 November 2026 11:00

Dump truck di jalurtambang batu bara yang dioperasikan oleh PT Khotai Makmur Insan Abadi di Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur./Bloomberg-Dimas A.
Dump truck di jalurtambang batu bara yang dioperasikan oleh PT Khotai Makmur Insan Abadi di Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur./Bloomberg-Dimas A.

Bloomberg Technoz, Jakarta – Ekonom memandang kembali positifnya pertumbuhan sektor industri tambang pada kuartal III-2026 masih belum merata, sebab sejumlah subsektor usaha malih terkontraksi ketika sektor pertambangan mulai tumbuh 0,91% secara tahunan atau year on year (yoy).

Analis Senior Indonesia Strategic and Economic Action Institution (ISEAI) Ronny P. Sasmita memandang sektor pertambangan mineral mulai tumbuh pada kuartal III-2026. 

Hal itu tecermin dari kinerja subsektor pertambangan dan penggalian lainnya yang tumbuh 3,82% yoy, serta pertambangan bijih logam kembali tumbuh positif 2,96% yoy.


Sebaliknya, sektor pertambangan batu bara dinilai belum pulih sebab pada kuartal III-2026 tercatat masih terkontraksi 0,38%. Di sisi lain, pertambangan minyak, gas, dan panas bumi juga minus 1,35%.

“Menurut saya, pertumbuhan 0,91% ini merupakan indikasi awal pemulihan setelah sektor pertambangan mengalami kontraksi dalam dua kuartal sebelumnya. Namun, kita perlu melihat bahwa pemulihan tersebut belum merata di seluruh subsektor pertambangan,” kata Ronny kepada Bloomberg Technoz, Jumat (6/11/2026).

Pertambangan nikel di Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah./Bloomberg-Dimas Ardian