Logo Bloomberg Technoz

Ketika Gejolak Pangan Membayangi Laju Inflasi RI

Andrean Kristianto
06 November 2026 19:53

Pedagang melayani pembeli di Pasar Kebayoran Lama, Jakarta, Jumat (6/11/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Pedagang melayani pembeli di Pasar Kebayoran Lama, Jakarta, Jumat (6/11/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Menkeu Suahasil Nazara mewaspadai potensi kenaikan inflasi harga pangan bergejolak atau volatile food di tengah kondisi kekeringan (Bloomberg Technoz)

Menkeu Suahasil Nazara mewaspadai potensi kenaikan inflasi harga pangan bergejolak atau volatile food di tengah kondisi kekeringan (Bloomberg Technoz)

Oleh karena itu, pemerintah terus memperkuat koordinasi untuk memastikan ketersediaan pangan dan menjaga stabilitas harga komoditas pangan.

Oleh karena itu, pemerintah terus memperkuat koordinasi untuk memastikan ketersediaan pangan dan menjaga stabilitas harga komoditas pangan.

Sebelumnya Badan Pusat Statistik atau BPS melaporkan laju inflasi pada Oktober 2026 tercatat 3,23% secara tahunan (year-on-year/yoy).

Sebelumnya Badan Pusat Statistik atau BPS melaporkan laju inflasi pada Oktober 2026 tercatat 3,23% secara tahunan (year-on-year/yoy).

Artinya, Indeks Harga Konsumen (IHK) meningkat dari 109,04 pada Oktober 2025 menjadi 112,56 pada Oktober 2026. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Artinya, Indeks Harga Konsumen (IHK) meningkat dari 109,04 pada Oktober 2025 menjadi 112,56 pada Oktober 2026. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Realisasi inflasi ini lebih rendah dibanding proyeksi konsensus yang memperkirakan inflasi Oktober 2026 akan berada di level 3,25% (yoy).

Realisasi inflasi ini lebih rendah dibanding proyeksi konsensus yang memperkirakan inflasi Oktober 2026 akan berada di level 3,25% (yoy).

Angka itu juga lebih rendah ketimbang realisasi inflasi pada September yang sebesar 3,28% (yoy). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Angka itu juga lebih rendah ketimbang realisasi inflasi pada September yang sebesar 3,28% (yoy). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Berdasarkan data BPS, IHK pada Oktober mengalami inflasi secara bulanan terhadap September 2026, yakni 0,22%. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Berdasarkan data BPS, IHK pada Oktober mengalami inflasi secara bulanan terhadap September 2026, yakni 0,22%. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Sementara itu, inflasi dalam perhitungan tahun kalender (year-to-date/ytd) tercatat sebesar 2,4%. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Sementara itu, inflasi dalam perhitungan tahun kalender (year-to-date/ytd) tercatat sebesar 2,4%. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Pedagang melayani pembeli di Pasar Kebayoran Lama, Jakarta, Jumat (6/11/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Menkeu Suahasil Nazara mewaspadai potensi kenaikan inflasi harga pangan bergejolak atau volatile food di tengah kondisi kekeringan (Bloomberg Technoz)
Oleh karena itu, pemerintah terus memperkuat koordinasi untuk memastikan ketersediaan pangan dan menjaga stabilitas harga komoditas pangan.
Sebelumnya Badan Pusat Statistik atau BPS melaporkan laju inflasi pada Oktober 2026 tercatat 3,23% secara tahunan (year-on-year/yoy).
Artinya, Indeks Harga Konsumen (IHK) meningkat dari 109,04 pada Oktober 2025 menjadi 112,56 pada Oktober 2026. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Realisasi inflasi ini lebih rendah dibanding proyeksi konsensus yang memperkirakan inflasi Oktober 2026 akan berada di level 3,25% (yoy).
Angka itu juga lebih rendah ketimbang realisasi inflasi pada September yang sebesar 3,28% (yoy). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Berdasarkan data BPS, IHK pada Oktober mengalami inflasi secara bulanan terhadap September 2026, yakni 0,22%. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Sementara itu, inflasi dalam perhitungan tahun kalender (year-to-date/ytd) tercatat sebesar 2,4%. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Menteri Keuangan (Menkeu) Suahasil Nazara mewaspadai potensi kenaikan inflasi harga pangan bergejolak atau volatile food di tengah kondisi kekeringan. 

Menurut dia, meski inflasi tahunan saat ini di level 3,23% dan masih dalam rentang sasaran pemerintah, tetapi tekanan harga pangan dinilai perlu terus dipantau.

Oleh karena itu, pemerintah terus memperkuat koordinasi untuk memastikan ketersediaan pangan dan menjaga stabilitas harga komoditas pangan.

Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Bank Indonesia pada Jumat (6/11/202) per pukul 09.00 WIB, harga cabai merah keriting mengalami kenaikan tertinggi hingga 20,9% menjadi Rp100.950/kg, dibandingkan dengan harga sebelumnya sebesar Rp88.450/kg.

Harga bawang merah ukuran sedang naik mencapai 9,16% menjadi Rp40.500/kg dari hari sebelumnya seharga Rp37.550/kg.

Kemudian, beras kualitas bawah 1 hingga kualitas super 2 juga kompak mengalami kenaikan. Harga beras kualitas bawah 1 naik 9,36% atau Rp1.400 menjadi Rp16.350/kg.

Sementara itu, beras kualitas bawah 2 dibanderol Rp15.450/kg, naik 4,39% atau Rp650 dari harga sehari sebelumnya Rp14.800/kg. Sedangkan, beras kualitas medium 2 naik 4,26% menjadi Rp17.150/kg.

Adapun, daging ayam ras segar naik 7,05% menjadi Rp41.750/kg, di mana sehari sebelumnya seharga Rp38.750/kg.

Berikutnya, harga minyak goreng curah dan minyak goreng kemasan bermerek 1 ikut naik. Minyak goreng kemasan bermerek 1 naik 2,05% atau Rp500 menjadi Rp24.900/kg, di mana sehari sebelumnya dijual sebesar Rp24.350/kg. 

Harga minyak goreng curah naik 1,47% atau Rp300 menjadi Rp20.650/kg. Sebaliknya, minyak goreng kemasan bermerek 2 turun 1,69% atau dihargai sebesar Rp23.200/kg, di mana sehari sebelumnya diperdagangkan sebesar Rp23.200/kg. 

Harga cabai rawit hijau, cabai merah besar, dan cabai rawit merah turun. Harga cabai merah besar turun 1,61% menjadi Rp70.450/kg dibandingkan dengan hari sebelumnya sebesar Rp70.750/kg.

Harga cabai rawit hijau juga turun 7,47% menjadi Rp72.500/kg, sehari sebelumnya dihargai hingga Rp76.850/kg. Harga cabai rawit merah juga susut 4,78% menjadi Rp91.600/kg, harga pada hari sebelumnya ialah Rp96.400/kg.

Lebih lanjut, daging sapi kualitas 1 mengalami kenaikan. Daging sapi kualitas 1 naik 2,65% atau Rp4.050 menjadi Rp156.750/kg, di mana sehari sebelumnya dibanderol Rp152.700/kg. Di lain sisi, daging sapi kualitas 2 turun 0,17% menjadi Rp143.450/kg. Selanjutnya, harga gula pasir kualitas premium naik 4,73% menjadi Rp21.500/kg.

(dre/ros)