Logo Bloomberg Technoz

Penyebab IHSG Menguat di Akhir Perdagangan, Juara Bursa Asia

Muhammad Julian Fadli
06 November 2026 17:20

Karyawan di depan layar pergerakan harga saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (14/8/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Karyawan di depan layar pergerakan harga saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (14/8/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhirnya menutup perdagangan Jumat (6/11/2026) di zona hijau dengan penguatan 0,4% di posisi 5.050,42. Sentimen positif datang dari fundamental Indonesia yang solid dengan torehan cadangan devisa Indonesia per Oktober 2026 tercatat menguat menjadi US$146,8 miliar.

Dengan melesatnya posisi tersebut, IHSG mencatat kenaikan ‘sendirian’ di Bursa Asia, berdasarkan data Bloomberg, saat yang lainnya tengah tertekan, KOSPI (Korea Selatan), NIKKEI 225 (Jepang), TOPIX (Jepang), KOSDAQ (Korea Selatan), TAIEX (Taiwan), Shenzhen Comp. (China), Straits Times (Singapura), SETI (Thailand), CSI 300 (China), Hang Seng (Hong Kong), KLCI (Malaysia), Shanghai Comp. (China), Ho Chi Minh Stock (Vietnam), dan PSEI (Filipina), yang ditutup melemah di zona merah.

Sejak pembukaan perdagangan pagi hari tadi, IHSG langsung terpeleset di zona pelemahan hingga menyentuh 4.925, namun di detik–detik jelang tutup perdagangan posisinya berbalik arah hingga mencatat posisi tertingginya 5.050 yang terdorong melesatnya saham–saham berbobot besar yang jadi penopang.

IHSG Penutupan Sesi II pada Jumat 6 November 2026 (Bloomberg)

Volume transaksi tercatat mencapai 47,38 miliar saham, dengan nilai transaksi Rp10,32 triliun. Frekuensi yang terjadi sebanyak 1,1 juta kali diperjualbelikan. Adapun sebanyak 192 saham mengalami penguatan di zona hijau, dan 381 saham melemah. Sedang lainnya 141 saham tidak bergerak.

Penyebab IHSG Menguat

Sejumlah saham menjadi pendorong penguatan IHSG pada penutupan perdagangan hari ini. Saham–saham keuangan, dan saham konsumen primer mencatatkan kenaikan paling tinggi, dengan masing–masing menguat mencapai 1,51%, dan 0,82%.