Logo Bloomberg Technoz

Industri Mamin Terpukul Lemah Rupiah, Logistik Melonjak

Ibnu Affan
06 November 2026 15:50

Ilustrasi rupiah terhadap dolar. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Ilustrasi rupiah terhadap dolar. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Bogor - Kalangan industri makanan dan minuman dalam negeri sudah merasakan dampak pelemahan nilai tukar rupiah yang belakangan terus terjadi, bahkan sempat menyentuh rekor pelemahan sepanjang sejarah.

Ketua Umum Gabungan Produsen Makanan dan Minuman Indonesia (GAPMMI) Adhi S. Lukman mengatakan, pelemahan rupiah turut membuat ongkos logistik naik lebih dari dua kali lipat.

Adhi mencontohkan, sejumlah anggota produsen sebelumnya hanya mengeluarkan biaya pengiriman ke Australia sekitar US$1000. Namun, dengan pelemahan rupiah, kini sudah mencapai sekitar US$3.000 per kontainer.


"Sampai sekarang ke beberapa negara tuh masih sangat mahal sekali. Kami diskusi dengan beberapa buyer dari Australia, sekarang ke Australia aja yang biasanya cuma $1.000, sekarang $3.000 per kontainer, seperti itu.  Ke China biasanya cuma US$200–300, sekarang bisa US$700–US$800, seperti itu," ujar Adhi, Jumat (6/11/2026).

Adhi mengatakan, bahkan, pengiriman ke negara kawasan Timur Tengah bahkan bisa lebih mahal tergantung panjang rute pengiriman. Belum lagi, kata dia, sejumlah bahan baku industri mamin dalam negeri juga masih banyak berasal dari dari impor.