Ia juga membandingkan kebijakan perpajakan di sejumlah negara. Menurutnya, Amerika Serikat, Kanada, dan Australia yang menerapkan pajak 0 persen untuk pembalut wanita. Sementara itu, di beberapa negara lain, seperti Spanyol, tarif pajak produk tersebut telah diturunkan.
Selain itu, ia serikat buruh internasional di Skotlandia dan Inggris bahwa pembalut wanita disediakan secara gratis di Skotlandia. Menurutnya, penyediaan pembalut secara gratis merupakan salah satu bentuk tanggung jawab negara dalam memenuhi kebutuhan perempuan, seperti bagaimana negara turut memberikan perhatian terhadap kondisi alami seperti kehamilan dan persalinan.
Pihaknya akan segera menemui Menteri Keuangan, Suahasil Nazara, untuk kembali menyampaikan usulan pembebasan pajak tersebut. Selain pajak pembalut wanita, KSPI juga akan mengusulkan agar pajak Jaminan Hari Tua (JHT) ditetapkan sebesar 0 persen.
"Iya, saya pasti akan segera ketemu Menteri Keuangan, Pak Suahasil, untuk mengajukan lagi supaya pajak JHT jadi 0%, dan saya juga akan mengusulkan lagi supaya pajak pembalut wanita juga 0%," lanjutnya.
Said Iqbal berharap Presiden dapat memberikan arahan kepada Menteri Keuangan agar produk kebersihan wanita tidak lagi dikenakan pajak karena bukan termasuk barang mewah. Ia menilai pembebasan pajak tersebut tidak akan membuat negara mengalami kerugian besar.
"Negara nggak akan bangkrut cuma gara-gara ngurusin pembalut wanita, harganya juga nggak mahal, tapi pajaknya aja yang tinggi," tegasnya.
(ain)
































