Ternyata Hacker Pembobol Binance Pakai Cara Ini
Redaksi
04 November 2026 11:19

Bloomberg, Binance Holdings Ltd. mengatakan pada hari Selasa bahwa para hacker atau aktor peretas di balik pencurian senilai US$6,3 miliar tersebut menggunakan teknik rekayasa sosial atau social engineering —termasuk wawancara kerja palsu—serta perangkat software berbahaya, dalam laporan paling rinci hingga saat ini mengenai bagaimana insiden tersebut terjadi.
Binance, yang menuding Korea Utara sebagai dalang peretasan tersebut, mengatakan bahwa pelanggaran keamanan tersebut melibatkan “kampanye canggih multi-stage.” Salah satu insinyur perusahaan tersebut dihubungi melalui platform pencarian kerja oleh seseorang yang menyamar sebagai direktur proyek, demikian kata bursa tersebut dalam laporan yang diterbitkan pada hari Selasa.
Lantas, si karyawan diwawancarai oleh seseorang yang mengaku sebagai direktur eksekutif sebuah perusahaan fiktif melalui aplikasi chat, dan diminta untuk mengunduh dokumen berisi “repositori kode berbahaya.”
Hal inilah kemudian memicu serangkaian aktivitas yang tidak sah, demikian menurut laporan tersebut. “Ini bukanlah satu kesalahan atau satu insiden pelanggaran saja. Ini adalah langkah yang dirancang selama berbulan-bulan,” kata Richard Teng, co-CEO Binance.
Para penyerang “menggabungkan wawancara rekrutmen palsu, perangkat lunak berbahaya yang menyamar sebagai alat pengembang yang sah, perangkat yang disusupi, dan teknik kecerdasan buatan (AI).”

































